Abdul Hadi WM dilahirkan di Sumenep, Madura, 24 Juni 1946. Antara 1967-83 pernah menjadi redaktur Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Budaya Jaya, Berita Buana, dan penerbit Balai Pustaka. Pada 1973-74 mengikuti International Writing Program di Iowa University, Amerika Serikat. Karya-karyanya: Riwayat (1967) Laut Belum Pasang (1971), Cermin (1975), Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975), Meditasi (1976; meraih hadiah Buku Puisi Terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1976-77), Tergantung Pada Angin (1977), Anak Laut Anak Angin (1983; mengantarnya menerima penghargaan SEA Write Award 1985). Sejumlah sajaknya diterjemahkan Harry Aveling dan disertakan dalam antologi Arjuna in Meditation (1976). Karya-karya terjemahannya: Faus (Goethe), Rumi: Sufi dan Penyair (1985), Pesan dari Timur (1985; Mohammad Iqbal), Iqbal: Pemikir Sosial Islam dan Sajak-sajaknya (1986; bersama Djohan Effendi), Kumpulan Sajak Iqbal: Pesan kepada Bangsa-bangsa Timur (1985), Kehancuran dan Kebangunan: Kumpulan Puisi Jepang (1987). Kumpulan esainya, Kembali ke Akar Kembali ke Sumber diluncurkan pada 1999, dua puluh tahun setelah ia menerima Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Wednesday, November 3, 2010
Abdul Hadi WM
Diterbitkan 10:02 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pengen EXPRESI kamu tampil disni?
kirim tulisanmu dan lampirkan FOTO kamu.
kirim tulisanmu dan lampirkan FOTO kamu.
Ketika logika ini mulai rapuh saat mengenalmu
Hanya hati yang menguatkan aku
Dan ketika perasaan ini tak terjawab olehmu
Hanya sebait puisi ini……
Hanya hati yang menguatkan aku
Dan ketika perasaan ini tak terjawab olehmu
Hanya sebait puisi ini……
Selamat Datang di Kreatif Kata
Gallery Kata-Kata Anak Negeri
Didukung oleh
Biografi Sastrawan
Popular
-
Cinta tak kan pernah pudar Menepiskan dua jiwa dalam belenggu asmara Dan merobohkan puing-puing kemesraan Dalam sekapan api kehidupan ...
-
manusia dengan seribu roman wajah jangan pikir sekali kau mengaung terpuaskan tujuanmu tak perlu aku melihatmu dengan mata dan tak usah ...
-
Aku harus bertanya pada siapa?? Wahai penuntun langkahku Aku remuk seperti kehilangan akal Dan orang-orang disekitarku Seperti membantu Bisu...
-
Nama Pena: WS Rendra Nama Asal: Willibrordus Surendra Broto Rendra Nama Setelah Memeluk Islam: Wahyu Sulaiman Rendra Memeluk Islam ...
-
aku melihat seraut wajah dengan seribu muka dan seraut wajah dengan puliran garis anggunnya seolah terbingkai dalam pigura hati aku me...
-
Abdul Hadi WM dilahirkan di Sumenep, Madura, 24 Juni 1946. Antara 1967-83 pernah menjadi redaktur Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Buday...
-
Hartoyo Andangjaya dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 4 Juli 1930, dan meninggal di kota kelahirannya, 30 Agustus 1991. Karya-karya aslinya: S...
-
Darman Moenir dilahirkan di Batusangkar, Sumatera Barat, 27 Juli 1952. Ia mengikuti International Writing Program di Iowa University, Amerik...
-
(Ayu Harahap - medan) Ada tawa yang kita rangkum bersama Meski jiwa tak terlalu lama bersegama Namun kita sama Meniti takdir pada gerak har...
-
Utuy Tatang Sontani dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat, 31 Mei 1920, dan meninggal di Moskow, Uni Soviet, 17 September 1979. Karya-karya sast...
Label
Kategori
Artikel Terbaru
Penulis Top Kreatif Kata

EmoticonEmoticon