Wednesday, November 3, 2010
Hasbi Burman
Diterbitkan 9:50 PM
Hasbi Burman adalah salah seorang penyair terkemuka di Aceh. Sosoknya sangat unik. Ia kerap muncul pagi-pagi di Warung Siang Malam, depan Masjid Raya Banda Aceh, tempat para seniman dan wartawan di Banda Aceh kerap ngopi pagi. Lalu, ia menghilang entah ke mana — mungkin pulang ke Blang Bintang, pinggiran kota Banda Aceh. Baru sore-sore ia muncul lagi, kadang di Taman Budaya Banda Aceh, kongkow-kongkow dengan seniman lain, atau mungkin langsung ke Rex, tempat ia menjadi tukang parkir.
Karena aktivitasnya sebagai tukang parkir itulah, kakek kelahiran Calang, Aceh Barat, pada 1944 ini oleh Kompas dijuluki — lalu terkenal — sebagai Presiden Rex. Apa itu Rex? Ini adalah sebuah pusat jajanan malam di Peunayong, kota Banda Aceh. Biasanya, Hasbi beraktivitas sebagai tukang parkir di sana sampai dini hari, selanjutnya ia kadang berjalan kaki ke Taman Budaya dan menginap di Meunasah Tuha.
Penyair L.K. Ara melihat sosok Hasbi Burman sebagai penyair yang punya ciri khas tersendiri dibandingkan penyair Aceh lain. "Sajak-sajaknya khas," kata L.K. Ara seperti dikutip Koran Tempo, 9 Januari 2005.
Nah, barusan saya iseng-iseng surfing di internet dan menemukan sajak terbarunya. Intensitasnya memang agak turun dibandingkan sajak-sajaknya terdahulu, tapi ciri khas Hasbi Burman masih sangat kuat. Silakan disimak saja sajak berikut ini.
SAJAK-SAJAK Hasbi Burman
Sumber: Serambi Indonesia, 4 Juli 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pengen EXPRESI kamu tampil disni?
kirim tulisanmu dan lampirkan FOTO kamu.
kirim tulisanmu dan lampirkan FOTO kamu.
Ketika logika ini mulai rapuh saat mengenalmu
Hanya hati yang menguatkan aku
Dan ketika perasaan ini tak terjawab olehmu
Hanya sebait puisi ini……
Hanya hati yang menguatkan aku
Dan ketika perasaan ini tak terjawab olehmu
Hanya sebait puisi ini……
Selamat Datang di Kreatif Kata
Gallery Kata-Kata Anak Negeri
Didukung oleh
Biografi Sastrawan
Popular
-
Cinta tak kan pernah pudar Menepiskan dua jiwa dalam belenggu asmara Dan merobohkan puing-puing kemesraan Dalam sekapan api kehidupan ...
-
manusia dengan seribu roman wajah jangan pikir sekali kau mengaung terpuaskan tujuanmu tak perlu aku melihatmu dengan mata dan tak usah ...
-
Aku harus bertanya pada siapa?? Wahai penuntun langkahku Aku remuk seperti kehilangan akal Dan orang-orang disekitarku Seperti membantu Bisu...
-
Nama Pena: WS Rendra Nama Asal: Willibrordus Surendra Broto Rendra Nama Setelah Memeluk Islam: Wahyu Sulaiman Rendra Memeluk Islam ...
-
aku melihat seraut wajah dengan seribu muka dan seraut wajah dengan puliran garis anggunnya seolah terbingkai dalam pigura hati aku me...
-
Abdul Hadi WM dilahirkan di Sumenep, Madura, 24 Juni 1946. Antara 1967-83 pernah menjadi redaktur Gema Mahasiswa, Mahasiswa Indonesia, Buday...
-
Hartoyo Andangjaya dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 4 Juli 1930, dan meninggal di kota kelahirannya, 30 Agustus 1991. Karya-karya aslinya: S...
-
Darman Moenir dilahirkan di Batusangkar, Sumatera Barat, 27 Juli 1952. Ia mengikuti International Writing Program di Iowa University, Amerik...
-
(Ayu Harahap - medan) Ada tawa yang kita rangkum bersama Meski jiwa tak terlalu lama bersegama Namun kita sama Meniti takdir pada gerak har...
-
Utuy Tatang Sontani dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat, 31 Mei 1920, dan meninggal di Moskow, Uni Soviet, 17 September 1979. Karya-karya sast...
Label
Kategori
Artikel Terbaru
Penulis Top Kreatif Kata


EmoticonEmoticon